Kamis, 20 Desember 2012

Ciri - ciri Motif Batik Pekalongan

Ciri- Ciri Motif Batik Pekalongan Adalah :
  1. Pada beberapa motif batik Pekalongan yang klasik (tua/kuno) tergolong motif semen. Motif ini hampir sama dengan motif-motif klasik semen dari daerah Jawa Tengah yang lain, seperti Solo dan Yogyakarta yang terdapat ornamen bentuk tumbuhan dan garuda atau sawat. Perbedaanya ada kain klasik ini hampir tidak ada cecek. Semua pengisian motif berupa garis-garis.
  2. Motif asli pekalongan adalah motif Jlamprang, yaitu suatu motif semacam nitik yang tergolong motif batik geometris. Mungkin motif ini merupakan suatu motif yang dikembangkan oleh pembatik keturunan Arab karena pada umumnya orang Arab yang beragama Islam tidak mau menggunakan ornamen berbentuk benda hidup, misalnya binatang atau burung. Mereka lebih suka ragam hias yang berbentuk geometris. Namun Dr. Kusnin Asa berpendapat bahwa motif jlamprang merupakan pengaruh kebudayaan Hindu Syiwa.
  3. Warna soga kain dengan motif dari tumbuhan. Pada kain batik klasik Pekalonganinimotifnya terdapat persamaan dengan kain batik klasik daerah Solo dan Yogyakarta.
  4. Beberapa corak kain yang diproduksi di Pekalongan mempuyai corak atau gaya Cina, seperti adanya ornamen Liong berupa naga besar berkaki dan burung Phoenix, yaitu sejenis burung yang pada bulu kepala, sayap, dan ekor berjumbai serta ekor bergelombang.
  5. Kain batik yang dikembangkan atau diproduksi oleh pengusahan batik keturunan Cina. Gambar-gambarnya pada motif berupa bentuk-bentuk riil (nyata) dan banyak menggunakan cecek-cecek (titik-titik) serta cecek sawut (titik dan garis). Isen-isen pada ornamen penuh dengan cecek.
  6. Penduduk daerah pantai menyukai warna-warna yang cerah seperti warna merah, kuning, hijau, biru, violet, dan orang.
Dengan adanya faktor-faktor seperti tersebut motif batik di daerah Pekalongan selalu berubah-ubah dab saling meniru. Motif-motif baru diciptakan oleh para pembuat canting cap batik atau orang-orang yang khusus membuat membuat motif untuk dijual pada pengusaha batik. Orang Eropa yang pernah ikut terjun kedalam pembatikan dan berpengaruh adalah Van Zuylen. Van Zuylen terkenal dengan batiknya yang halus dengan motif berbentuk tumbuhan yang realistis.

Perkembangan batik Pekalongan sedemikian rupa dan cepat. Sampai saat ini batik Pekalongan mempunyai corak khusus, yaitu bermotif bentuk tumbuhan realistis dan jlamprang dengan warna-warna yang cerah. Dilihat dari segi pewarnan, Pekalongan mempunyai keunggulan dari daerah lain.

Motif Jlamprang

Kita akan membicarakan motif jlamprang secara khusus, karena dari beberapa pengamat batik motif ini diyakini dan diakui sebagai motif asli Pekalongan, bukan motif yang dipengaruhi daerah lain.
S.K Sewan Santoso, S. Teks dalam bukunya Seni Kerajinan Batik Indonesia yang diterbitkan Balai Penelitian Batik dan Kerajinan , Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri, Departemen Perindustrian RI (1973) mengatakan bahwa motif Jlamprang di Pekalongan dipengaruhi oleh Islam. Artinya, motif ini lahir dari perajin batik keturunan arab yang beragama islam. Adanya larangan dalam Islam menggambar binatang maupun manusia mendorong perajin batik Pekalongan menciptakan motif hias geometris. Motif jlamprang menurut peneliti ini termasuk motif nitik dan Tergolong dalam ragam hias geometris.

Dr. Kusnin Asa berpendapat bahwa Jlamprang merupakan bentuk motif kosmologis dengan mengetengahkan pola ragam hias ceplokan bentuk lung-lungan dan bunga padma, menunjukan makna tentang peran dunia kosmis yang hadir sejak agama Hindu dan Buddha berkembang dijawa. Pola ceplokan yang distilirasi dalam bentuk dekoratif menunjukan corak peninggalan masa prasejarah yang kemudian menjadi waris agama Hindu dan Buddha.

Motif Isen batik Pekalongan

Motif batik Pekalongan pada umumnya diisi dengan titik-titik atau cecek-cecek. Titik ini berupa cecek-garis atau ceccek-pitu. Jarang sekali adanya cecek-sawut atau sawut, atau isen yang lain seperti cecek, cacah gori. Permainan dengan cecek ini kadang-kadang sangat meninjol, sehingga semua garis yang membentuk ornamen-ornamen dalam motif berupa cecek pula. Batik halus "Oei Tjow Soen" adalah salah satu contoh batik halus Pekalongan yang diolah dengan penuh cecek yang halus sekali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar